Indonesia Diberi Kebebasan Soal Cabang Baru Olimpiade

No comment 65 views

Berikut artikel Indonesia Diberi Kebebasan soal Cabang Baru Olimpiade , Semoga bermanfaat

DA NANG, Kompas.com – Laporan perkembangan dan persiapan Asian Games 2018, Jakarta Palembang yg disampaikan Presiden INASGOC (Indonesia Asian Games Organizing Committee), Erick Thohir mendapat tanggapan positif dalam Executive Board Meeting OCA (Dewan Olimpiade Asia) ke-68 yg berlangsung di Royal Lotus Hotel, Da Nang, Vietnam,  Sabtu, 24 September 2016.

Dalam meeting yg dipimpin segera oleh Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah dan dihadiri beberapa wakil presiden OCA, Timothy Fok dan Wei Jizhong,  Ketua Komisi Koordinasi OCA, Tzunekasu Takeda, serta para anggota executive member OCA, termasuk pula Rita Subowo yg mewakili Indonesia, Erick menjelaskan dengan detail kemajuan Indonesia, termasuk menampilkan video terbaru kemajuan renovasi venue dan perkampungan atlet. Mulai dari perkembangan renovasi kawasan Gelora Bung Karno, jumlah cabang dan nomor pertandingan yg dipentaskan, pembangunan athlete village di kawasan Kemayoran dan Jakabaring, hingga sistem transportasi di beberapa kota penting tersebut yg d?ijadwalkan selesai awal 2018.

“Dalam presentasi ini, kita tidak cuma mengatakan kemajuan, tetapi juga pernyataan keyakinan dan kesiapan dari Presiden Indonesia, Joko Widodo bahwa Indonesia berada dalam jalur yg benar dan terjadwal buat menyiapkan semua hal agar Asian Games 2018 mampu berlangsung dengan sukses dan memuaskan segala negara Asia yg mulai berkompetisi ,” ujar Erick yg yg juga menjabat  Ketua KOI (Komite Olimpiade Indonesia) di depan 50 anggota eksekutif OCA.

Dukungan mulai kemajuan kesiapan Indonesia juga disampaikan oleh Rita Subowo, sebagai anggota eksekutif OCA dan juga Takeda

Dukungan mulai kemajuan kesiapan Indonesia juga disampaikan oleh Rita Subowo, sebagai anggota eksekutif OCA dan juga Takeda. Terlebih semua input yg disampaikan keduanya ketika Coordination Committee (Coorcom) IV di Bali, Mei lalu, telah banyak yg dilaksanakan pemerintah Indonesia dan INASGOC. Meskipun Rita dan Takeda juga mengatakan tantangan krusial yg harus dihadapi Indonesia buat mempercepat semua hal agar tak mengalami pelambatan.

“Selain keputusan soal cabang dan nomor pertandingan agar tak melebihi Asian Games terakhir di Incheon, INASGOC juga harus menyelesaikan soal kepastian cash flow. Ini faktor utama agar keyakinan kalian terhadap Indonesia semakin besar,” ungkap Takeda.

Dengan perkembangan mengenai cabang baru di Olimpiade Rio lalu, dan mulai dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020, yakni karate, bisbol/sofbol, skateboard, surfing, dan climbing, Indonesia memiliki opsi buat tak harus mementaskan cabang-cabang tersebut. Apalagi sebagai tuan rumah Indonesia telah memasukkan tiga cabang tambahan, yakni paragliding, jetski, dan bridge.

Hal tersebut mendapatkan dukungan dari Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah yg menyatakan tak mungkin seandainya harus menunjuk kota baru, seperti Bali cuma bagi mempertandingkan cabang selancar, atau membangun venue baru buat mengakomodasi cabang skate board.

“Saya setuju buat tak memasukkan cabang-cabang baru di Olimpiade Rio lalu, sebab masíh banyak hal yg harus dikerjakan Indonesia bagi kesiapan venue serta infra struktur lainnya, memastikan memiliki cash flow  tersendiri, dan juga hal-hal yang lain yg lebih krusial,” kata Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah.

Erick dijadwalkan mulai berpidato ketika General Assembly OCA ke-35 yg mulai berlangsung, Minggu, 25 September di Royal Lotus Hotel, Da Nang, Vietnam. Dalam kesempatan berada di kota tepi pantai yg tengah menyelenggarakan Asian Beach Games (ABG) V/2016,  Erick juga mengharapkan agar atlet-atlet Indonesia yg bertanding mampu meraih tiga medali emas yg ditargetkan.

Indonesia mengirimkan 79 atlet dan ofisial pada ABG V yg berlangsung 24 September – 3 Oktober. Mereka mulai berlaga di delapan cabang olahraga dari 22 cabang olahraga yg dipertandingkan. Kontingen Merah Putih mulai mengikuti pertandingan di cabang beach water polo, voli pantai, basket 3×3, pencak silat, woodball, sepak takraw, vovinam dan rowing.

“Saya berharap agar target tersebut mampu diwujudkan di cabang rowing, meski mulai mendapat saingan dari tim tuan rumah. Harapan tersebut wajar karena dukungan yg diberikan kepada 79 anggota kontingen Merah Putih di ajang ini telah maksimal ,” tambah Erick yg sehari sebelumnya, Jumat, 23 September menghadiri acara flag ceremony peserta ABG di pantai My Khe, Da Nang.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/09/25/07382411/indonesia.diberi.kebebasan.soal.cabang.baru.olimpiade.
Terima kasih sudah membaca berita Indonesia Diberi Kebebasan soal Cabang Baru Olimpiade . Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Indonesia Diberi Kebebasan Soal Cabang Baru Olimpiade"