Horor Di Stade De France Dan Piala Eropa 2016

No comment 88 views

Berikut artikel Horor di Stade de France dan Piala Eropa 2016, Semoga bermanfaat

Oleh: Pascal S Bin Saju

Aparat keamanan Perancis dalam status siaga tinggi. Mereka berjaga-jaga dalam keadaan ekstra ketat, Jumat (10/9/2016) siang atau sore WIB.

Penjagaan diperketat karena dua jam lagi, Jumat malam waktu setempat, acara pembukaan Piala Eropa 2016 di stadion nasional, Stade de France, Paris, langsung dimulai.

Pembukaan mulai ditandai dengan kick-off tuan rumah melawan Rumania di stadion yg pernah menjadi salah sesuatu lokasi target serangan teroris pada 13 November 2015.

Di dekat Stade de France di kawasan Saint-Denis, tiga penyerang bunuh diri meledakkan diri, 18 bulan silam.

Seorang sopir bus berwarga Portugal tewas di sana, bersama 130 orang tewas lainnya akibat serangan teror di enam lokasi berbeda di Paris saat itu.

Di bawah bayangan kejadian teror itu Euro 2016 digelar. Tidak mengherankan seandainya aparat keamanan Perancis dan warga setempat masih khawatir mulai keamanan pelaksanaan Piala Eropa.

Ketatnya pengamanan di Paris kali ini belum pernah terjadi sebelumnya, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Agence France-Presse.

Kepolisian bekerja ekstra tinggi bagi mengamankan acara sepakbola terbesar di Eropa itu karena mereka menyadari potensi ancaman teror.

Jacques Lambert, Ketua Komite Penyelenggara, mengakui betapa mereka was-was dengan kemungkinan serangan teror.

“Kami berusaha membebaskan diri keluar dari bayangan negatif tentang ancaman keamanan,” katanya kepada Sky News meskipun tetap tak memungkiri adanya rasa khawatir.

Tidak ada laga kejuaraan sepak bola Eropa sebelumnya, dan mungkin buat ajang olahraga besar lainnya, yg harus bergulat dengan persoalan keamanan seperti menjelang Euro 2016 ini.

Memang tak terhindarkan, sepak bola yg seharusnya menjadi ajang kegembiraan, kini dibayangi ketakutan mulai kemungkinan adanya acaman – antara ada atau tiada!

Terutama karena sudah berulangkali teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengeluarkan ancaman mulai menyerang Eropa lagi. Entah kapan itu mulai terjadi, cuma ISIS yg tahu.

Itu sebabnya, kewaspadaan tinggi dan kuatnya tekanan kampanye teroris bagi menyerang ajang Euro 2016 ini, sudah membuat aparat keamanan gelisah dan stres.

Bagaimana mampu mendeteksi sesuatu teroris di tengah arus lautan para suporter dan fans ke Stade de France, atau venue lainnya di Perancis?

Mungkin saja alat pemidai atau detektor di setiap pintu masuk stadiun atau venue dapat menjadi jawaban bagi menghilangkan sedikit keraguan tentang ancaman.

Namun, bagaimana dengan pengamanan di jalan-jalan masuk di luar stadiun?  Senjata kelompok teror tak lagi terbatas pada senapan laras panjang dan bom.

Teror terus mencari titik lemah dari sebuah kekuatan. ISIS sudah berulangklai mengklaim bahwa mereka memiliki senjata kimia, yg dapat disebar dengan cara yg tak terpantau secara fisik.

Keamanan adalah narasi pokok olahraga pada era modern, dari Piala Dunia ke Olimpiade, tapi tak pernah lebih relevan atau nyata daripada di Euro 2016 ini.

FRED DUFOUR/AFP Replika trofi Henri Delauney dipamerkan di dekat Menara Eiffel, Paris, 23 Juni 2013.

Kerumunan kaum muda, para suporter muda, yg berkumpul di Stade de France dan para fans mulai memberi warna tersendiri untuk turnamen sepak bola Eropa itu.

Oleh karena itu mereka adalah mimpi buruk keamanan, dan menjadi sasaran empuk untuk teroris yg sudah mendemonstrasikan kemampuannya mereka lebih dari sekali di Eropa pada 18 bulan terakhir.

Dimulai dari serangan Paris, 13 November tahun dahulu hingga di Brussels, Belgia pada 22 Maret 2016. Ancaman teror tak pernah sepi.

Aparat keamanan Ukraina, awal minggu ini, sudah menahan seorang warga Paris yg merencanakan serangan di tengah pelaksanaan ajang Piala Eropa di Perancis.

Pria berusia 25 tahun yg tak disebut namanya itu ditahan bersama dengan banyak persenjataan di mobilnya, termasuk senapan AK-47, peledak, dan peluncur roket, seperti dilaporkan CNN.

Nah, kejadian terbaru itu menunjukkan, terus ada upaya yg tidak pernah kenal lelah dari kelompok teroris buat melancarkan serangan ke Eropa atau simbol-simbol Barat.

Tentu saja 90.000 personil polisi dan tentara yg dikerahkan buat kemananan selama Piala Eropa ini tak mulai dipaksa masuk semuanya di dalam Stade de France.

Namun, mereka juga sedang kelelahan. Sebab,  aparat keamanan itu sudah mengambil lembur jutaan jam selama lebih dari setahun akibat status darurat teror sejak November 2015.

Belum lagi mereka setiap ketika juga menghadapi berbagai kerusuhan akibat ulah migran dan aksi demonstrasi akibat ketidakpuasan atau pergolakan warga sipil setempat.

Mantan Kepala Polisi Perancis, Frederic Gallois kepada Sky News mengatakan, “Masalahnya bukan terletak pada jumlah. Itu telah cukup untuk mereka, tetapi  mereka lelah dan stress”.

Aparat keamanan sudah beroperasi dalam siaga tinggi selama 18 bulan ini. Masalahnya mungkin bukan soal acara besar, tetapi bagaimana bereka bereaksi terhadap even yang  kecil.

Kita berharap seluruh sesuatunya berjalan dengan lancar selama Piala Eropa ini.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/06/10/18060981/horor.di.stade.de.france.dan.piala.eropa.2016
Terima kasih sudah membaca berita Horor di Stade de France dan Piala Eropa 2016. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Horor Di Stade De France Dan Piala Eropa 2016"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.