Efektivitas Pengamanan PON Dipertanyakan

No comment 72 views

Berikut artikel Efektivitas Pengamanan PON Dipertanyakan, Semoga bermanfaat

BANDUNG, Kompas.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku kecewa dengan laporan terkait kericuhan yg terjadi di arena polo air Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX-2016. Pihaknya sudah melayangkan surat kepada PB PON bagi meminta klarifikasi atas kejadian tersebut.

Seperti diketahui, kericuhan terjadi saat tim polo air putra Jawa Barat jumpa Sumatera Selatan di babak semifinal. Salah sesuatu personel Tim putra DKI Jakarta yg berada di tribun penonton memperingatkan salah sesuatu oknum aparat yg melempar botol air mineral ke kolam.

Tak terima ditegur, oknum tersebut segera melakukan tindakan anarkis berupa pemukulan yg segera ditujukan kepada tim DKI Jakarta. Beberapa atlet polo air putra dan putri Ibukota pun jadi korban pemukulan tersebut.

Menanggapi hal itu, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengungkapkan, seharusnya gelaran PON 2016 mampu sesuai dengan semangat olahraga yg tertuang dalam janji atlet. Semua tak boleh mencederai spirit PON itu.

“Kami kirimkan surat kepada PB PON buat meminta klarifikasi dan jaminan agar kejadian serupa tak terulang kembali. Termasuk jaminan bagi mengutamakan keamanan segala kontingen peserta,” kata Gatot saat dihubungi seraya menyebut ingin langsung pendapatkan kepastian mengingat PON 2016 baru berjalan empat hari dari 13 hari penyelenggaraan.

Terpisah, Ketua Umum KONI DKI Jakarta Raja Sapta Ervian menyampaikan meskipun kecewa, pihaknya tak mulai terpengaruh dengan intimidasi yg dikerjakan terhadap kontingennya.

Dia berharap pasukannya tetap dapat tampil maksimal bagi meraih prestasi terbaiknya. Soal persoalan yang lain di luar pertandingan, diharap bagi tak menjadi beban.

“Kami ke sini (Jawa Barat) milik misi menghabisi seluruh lawan di sini, termasuk Jawa Barat. Tapi, tetap denggan cara-cara yg menjunjung tinggi sportifitas di arena pertandingan,” ungkap Eyi ketika memberikan motivasi kepada para atlet polo air.

Menyoal tindakan tak sportif kepada kontingennya, Eyi memprotes keras sistem keamanan di PON. Jika ada tindakan pelanggaran hukum, pihaknya mulai memprosesnya sesuai sistem hukun di Indonesia.

Eyi pun mempertanyakan ribuan personel keamanan yg dikerahkan pihak penyelenggara yg nyatanya masih kecolongan. Tegasnya, petugas keamanan harus bertindak netral dan tak boleh bertindak sebagai suporter bagi mengamankan PON secara keseluruhan.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/09/20/11103101/efektivitas.pengamanan.pon.dipertanyakan
Terima kasih sudah membaca berita Efektivitas Pengamanan PON Dipertanyakan. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Efektivitas Pengamanan PON Dipertanyakan"