Dukungan Sekolah Membuat Chalmers Pecahkan Kebuntuan 48 Tahun

No comment 102 views

Berikut artikel Dukungan Sekolah Membuat Chalmers Pecahkan Kebuntuan 48 Tahun, Semoga bermanfaat

RIO DE JANEIRO, Kompas.com – Atlet renang usia 18 tahun, Kyle Chalmers membuat rekor dengan menjadi perenang Australia pertama yg meraih medali emas 100 meter gaya bebas Olimpiade sejak 1968.

Chalmers meraih medali emas dengan catatan waktu 47.58 detik dan unggul jauh dari peraih medali perak, Pieter Timmers (Belgia) dengan 47.80 detik dan juara bertahan yang berasal AS, Nathan Adrian yg mencatat 47.85 detik.

Sementara andalan Australia lainnya, Cameron McEvoy yg pernah mencatat 47.04 detik pada April lalu, cuma menempati urutan ketujuh dengan catatan waktu  48.12 detik.

Ini catatan prestasi mengejutkan dari Chalmers yg mencatat waktu di bawah 48 detik ketika penyisihan, Selasa. Ia juga  menjadi atlet Australia pertama  yg memenangi nomor 100 meter gaya bebas setelah Mike Wenden pada 1968.

Setelah Wenden, prestasi tertinggi atlet renang Australia di di nomor 100 meter gaya bebas cuma sampai di medali perak, yaitu  Mark Stockwell (1984), Eamon Sullivan (2008) dan James Magnussen (2012).

“Saya bahkan tak tahu hal itu,” kata Chalmers. Ia mengaku lebih mengetahui sejarah sepakbola dan bola basket ketimbang renang dunia.

Dalam lomba ini, Chalmers sebenarnya tidak memperlihatkan dirinya sebagai ancaman pada awal lomba. Saat pembalikan 50 meter, ia berada di posisi tujuh, namun di 50 meter terakhir ia beradu cepat dengan perenang Belgia, Timmers.

Sebagai perenang yunior yg baru berusia 18 tahun, Chalmers merasa perlu bersikap rendah hati di hadapan para seniornya. Seperti yg dilakukannya terhadap McEvoy. “Saya tak ingin merayakan kemenangan secara berlebihan.  Saya tahu ini sangat berat untuk dia (McEvoy),” kata Chalmers. “memang ada perasaan campur aduk. Saya tahu dia (McEvoy) tak tampil maksimal.”

“Sulit dipercaya. Saya baru berusia 18 tahun,” kata Chalmers yg memulai start di samping juara bertahan, Nathan Adrian. “Nathan berusia lebih tua 10 tahun dam yaitu juara bertahan. Tetapi berdiri di samping dia justru membuat aku ingin tampil semaksimal mungkin.”

Meski jago di kolam renang, Chalmers yaitu tipe atlet yg dekat dengan keluarga. Kedua orangtuanya, Brett dan Jodie Chalmers serta adiknya, Jack berada di tribun penonton ketika ia menyentuh finish sebagai pemenang.

Daily Mail Teman-teman sekolah Kyle Chalmers di Immanuel College di Australia Selatan menyambut kememnangannya dengan riuh rendah ketika acara nonton bareng di aula sekolah.

Kyle Chalmers juga seorang yg sangat memperhatikan pendidikannya. Karena itu ia cuma tertawa ketika diberitahu bagaimana teman-teman sekolahnya di Immanuel College di Australia Selatan menyambut kememnangannya dengan riuh rendah ketika acara nonton bareng di aula sekolah.

“Sekolah telah memberikan banyak hal dan dukungan bagi saya,” kata Chalmers. “Sulit sekali meninggalkan sekolah dan tak bermain footy (sepakbola Australia) di hari Sabtu. Tetapi aku sudah memilih olahraga yg tepat untuk saya,” kata Chalmers lagi.

Ayah Chalmers, Brett memang yaitu mantan pemain sepakbola Austrlia (AFL). Tetapi Chalmers secara kebetulan memilih renang setelah ia terpilih mewakili sekolahnya sebagai perenang dalam sebuah acara karnaval.

Siswa kelas 12 (3 SMA) ini mengaku dia mulai akan memikirkan rencana masuk perguruan tinggi sepulang dari Olimpiade. “Saya ingin kuliah tahun depan. Sampai ketika ini, itulah rencana saya. Tetapi kalian lihat saja nanti, karena hidup ini kan mampu berubah.”

Hasil final 100 meter gaya bebas:
1. Kyle Chalmers (AUS) 47.58
2. Pieter Timmers (BEL) 47.80
3. Nathan Adrian (USA) 47.85
4. Santo Condorelli (CAN) 47.88
5. Duncan Scott (GBR) 48.01
6. Caeleb Dressel (USA) 48.02
7. Cameron Mcevoy (AUS) 48.12
8. Marcelo Chierighini (BRA) 48.41

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/11/16015111/dukungan.sekolah.membuat.chalmers.pecahkan.kebuntuan.48.tahun
Terima kasih sudah membaca berita Dukungan Sekolah Membuat Chalmers Pecahkan Kebuntuan 48 Tahun. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Dukungan Sekolah Membuat Chalmers Pecahkan Kebuntuan 48 Tahun"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.