Dualisme PTMSI Diharap Segera Berakhir

No comment 92 views

Berikut artikel Dualisme PTMSI Diharap Segera Berakhir, Semoga bermanfaat

 

JAKARTA, Kompas.com – Menpora Imam Nahrawi berharap dualisme kepengurusan di tubuh Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) langsung diakhiri demi prestasi olah raga tersebut.

Hal ini diungkap Nahrawi ketika menbuka  Tenis Meja Ramadhan Cup 2016 Kategori Platinum dan Penggiat Olahraga dengan mengangkat tema besar ‘Pemersatu Anak Bangsa’ secara resmi dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi, Jumat (17/6) malam di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Menpora Senayan, Jakarta.

Menpora berharap dari kejuaraan yg berlanjut hingga sahur bersama ini menjadi awal kebangkitan dan bersatunya tenis meja Indonesia. “Semoga ke depan dengan keteguhan hati dan ketulusan menatap masa depan tenis meja nasional dapat semakin baik,” kata Menpora.

Kehadiran beberapa Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) Oegroseno dan Lukman Edy, menurut Menpora menjadi awal yg baik. “Segera tindak lanjut secepatnya dan langsung mungkin meeting ini agar ada solusi bersama memajukan tenis meja nasional, ini karena berkah Ramadhan,” kata Menpora.

Ia mengatakan per Jumat (17/6) atlet Indonesia yg lolos kualifikasi Olimpiade Brasil telah mencapai 26 orang atlet, menurutnya jumlah ini memamerkan peningkatan signifikan bila dibanding Olimpiade London empat tahun lalu. “Semoga ke depan tenis meja mampu mengirimkan wakil terbaiknya bagi bermain di Olimpiade,” ujar Cak Imam sapaan akrab Menpora.

Oegroseno juga berharap dualisme di tenis meja langsung berakhir. “Situasi seperti ini harusnya tak terjadi di Indoneaia, kita juga sampaikan kepada Pak Lukman Edi perjalanan tenis meja nasional, kita juga berharap keadaan ini tak berlarut-larut karena pasti yg menjadi korban adalah atletnya, pengurus di daerah juga terpecah belah dan sebagainya,” kata Oegroseno.

“Olimpiade sebelumnya tenis meja cuma cadangan semoga kedepan apabila sudah sesuai aturan tenis meja dapat memberikan yg terbaik bagi bangsa, kalian serahkan yg terbaik kepada pemerintah,” tambahnya.

Senada dengan Oegroseno dan Menpora, Ketua PTMSI Lukman Edy menilai kegiatan ini adalah janji pemerintah buat mempertemukan kami berdua (Oegroseno). “Alhamdulillah malam ini kami bertemu, tinggal kami cari pola-pola yg sesuai, sesuatu yg utama dan aku setuju adalah jangan sampai atlet terganggu tapi sebaliknya atletlah yg diuntungkan melalui banyaknya kompetisi, kita berdua berharap agar ada roadmap dari Menpora,” harap Lukman.

Sebelumnya, Ketua PTM Kemenpora selaku Ketua Panitia Pelaksana Yuni Poerwanti berharap dari Kejuaraan ini lahir bibit dan prestasi membanggakan. “Kami berharap kedepannya kejuaraan ini mampu terselenggara minimal 4 kali setahun,” ucap Yuni melaporkan.

“Kami kutip dari semangat Jendral Sudirman bahwa kita rindu menang, maka kami harus kuat, buat kuat maka harus bersatu, bagi bersatu kami harus saling silaturakhim, toleransi dan peduli,” tambahnya.

Kejuaraan ini diikuti sedikitnya 132 peserta yg berasal dari Sekolah Ragunan, Kelompok Umur 18 tahun, perorangan dan klub seperti Indocement, Putera Sadewa, Bintang 9, Kehutanan, Kejora, Krida Jaya, Pulau Seribu dan yang lain sebagainya. Imam Nahrawi juga turun berlaga di katagori platinum.

Selain Menpora Imam Nahrawi nampak hadir Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Asdep Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Esa Sukmawijaya, Asdep Pengelolaan Pembinaan Khusus dan Sentra Sekolah Olahraga Teguh Rahardjo, Staf Ahli Bidang Politik Yuni Poerwanti, Staf Khusus Zainul Munasichin, Staf Khusus M. Khusen, Edi dan Bambang Wikanta dan dua perwakilan dari BNN dan Kemendikbud.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/06/18/15353911/dualisme.ptmsi.diharap.segera.berakhir
Terima kasih sudah membaca berita Dualisme PTMSI Diharap Segera Berakhir. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Dualisme PTMSI Diharap Segera Berakhir"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.