Diwujudkan, Pensiun Buat Peraih Medali Olimpik Dan Paralimpik

No comment 120 views

Berikut artikel Diwujudkan, Pensiun Buat Peraih Medali Olimpik dan Paralimpik, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Dana pensiun atau jaminan hari tua yg dijanjikan oleh Menpora Imam Nahrawi kepada para atlet Indonesia yg pernah meraih medali emas, medali perak maupun medali perunggu olimpik dan paralimpik akhirnya mampu terealisasikan.

Menpora menyerahkan secara simbolik penghargaan tersebut dalam acara pemberian bonus untuk olahragawan,  pelatih, dan asisten pelatih peraih medali pada ajang ASEAN Para Games ke-8 di Singapura Tahun 2015 dan pemberian jaminan hari tua untuk olahragawan peraih medali olimpik/paralimpik di Jakarta, Kamis (2/6) sore.

Turut hadir dalam acara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Palinglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (selaku Ketua Umum FORKI), Ketua Komnas HAM Imdadun Rakmat dan sejumlah pejabat Kemenpora, KOI, KONI dan dari berbagai instansi serta para atlet dan mantan atlet olimpiade yg berhak memperoleh penghargaan tersebut. Acara tersebut diinisiasi oleh Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga Dr. Isnanta.

Dalam sambutannya, Menpora di antaranya mengatakan permohonan maaf atas keterlambatan pemberian bonus buat atlet ASEAN Para Games yg seharusnya diberikan pada bulan Desember 2015. Hal itu semata-semata karena adanya kendala administrasi dan restrukturisasi yg baru selesai di Kemenpora.

Menpora mengatakan: “Negara melalui Kemenpora harus terus hadir untuk kepentingan atlet berprestasi, dan itu diimplementasikan melalui apresiasi pada para atlet baik melalui bonus dan jaminan hari tua,” . Menpora juga meminta para hadirin dan masyarakat mendoakan agar kontingen Indonesia bisa meraih medali emas pada Olimpiade  2016.

Pemberian penghargaan ini bertujuan antara yang lain sebagai penghargaan dan penghormatan kepada mereka yg berprestasi di bidang olah raga buat selalu berprestasi. Juga kepada penghargaan untuk olahragawan peraih medaliu dan pelatih/asisten berprestasi di ajang multi event internasional.

Untuk jaminan atau tunjangan hari tua yg diberikan  kepada olahragawan peraih medali Olimpiade / Paralimpiade, sebanyak 37  orang,  dengan rincian sebagai berikut:
1.      Peraih medali emas olimpiade/paralimpik sebesar @ Rp 240.000.000,-
2.      Peraih medali perak olimpiade/paralimpik sebesar @ Rp 180.000.000,-
3.      Peraih medali perunggu olimpiade/paralimpik sebesar @ Rp 120.000.000,-

Setiap penerima penghargaan berupa Jaminan Hari Tua cuma diberikan 1 penghargaan dari medali yg paling tinggi. Sebagai misal seandainya ada atlet yg pada event olimpiade / para olimpiade meraih medali emas, medali  perak dan atau medali perunggu, maka cuma yg tertingginya sajalah yg dihitung. Selain itu, besaran  nilai  penghargaan  sebagaimana  dimaksud di atas yaitu nilai setelah dipotong pajak, yg perhitungannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan yg berlaku.

Meskipun Indonesia telah mengikuti Pesta Olimpiade sejak tahun 1952 di Helsinki (Finlandia), namun demikian medali yg pertama kali diraih oleh atlet Indonesia adalah tahun 1988 di Olimpiade Seoul (Kore Selatan), saat Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardani dan Lilies Handayani meraih medali perak dalam cabang olahraga panahan beregu putri. Selain itu, dari sekian banyak cabang olahraga yg diikuti, medali emas pertama buat Indonesia diraih melalui cabang olahraga bulutangkis saat Susy Susanti (tunggal putri) dan Alan Budikusuma (tunggal putra) pada Olimpiade di Barcelona pada tahun 1992. Sedangkan pada Olimpiade London tahun 2012, Indonesia cuma memperoleh 1 medali perak dan 1 medali perunggu.

Atas dasar penurunan prestasi inilah, Menpora mengambil inisiatif buat memberikan tunjangan jaminan hari tua kepada para atlet yg pernah meraih medali pada olimpiade dan para olimpiade, dengan tujuan bagi di antaranya memotivasi para atlet agar berprestasi setinggi mungkin di ajang olimpiade dan para olimpiade.

Bahkan buat Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016 inipun bonus yg diberikan berlipat dibandingkan  olimpiade-olimpiade sebelumnya. Jika sebelumnya buat peraih medali emas cuma memperoleh bonus sebesar Rp 1 milyar, sedangkan buat akan Olimpiade tahun 2016 ini adalah jauh lebih besar.

Sementara bagi olahragawan peraih medali, pelatih dan asisten pelatih berprestasi pada ajang ASEAN Para Games Ke-8 di Singapura Tahun 2015, diberikan kepada para olahragawan peraih medali, sebanyak 137 orang dengan variasi bonus medali emas Rp 200 juta, perak (Rp 80 juta) dam perunggu (Rp. 40 juta).

Untuk tim/beregu memperoleh Rp 100 juta (emas), perak (Rp. 40 juta),  perunggu (rp. 20 juta). Sementara pelatih mendapatkan Rp. 60 juta (emas), Rp, 40 juta (perak0 dan Rp. 20 juta (perunggu). Begitu pun asisten pelatih diberi penghargaan Rp. 30 juta (emas), Rp. 20 juta (perak) dan Rp. 10 juta (perunggu).

Hasil yg diraih kontingen Indonesia pada kejuaraan beberapa tahunan ini memang meleset dari target merupakan mempertahankan predikat juara umum yg diraih pada ASEAN Para Games 2013 di Myanmar. Meski demikian, prestasi atlet difabel Indonesia ini layak bagi dibanggakan karena semangatnya sangat tinggi.

Kontingen Indonesia yg dipimpin Deputi 3 Bidang Pembudayaan Olahraga ketika itu Faisal Abdullah mengumpulkan total medali 81 emas, 74 perak dan 63 perunggu. Sedangkan sang juara umum Thailand dengan raihan medali 95 emas 76 perak dan 79 perunggu.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/06/02/20342371/diwujudkan.pensiun.buat.peraih.medali.olimpik.dan.paralimpik
Terima kasih sudah membaca berita Diwujudkan, Pensiun Buat Peraih Medali Olimpik dan Paralimpik. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Diwujudkan, Pensiun Buat Peraih Medali Olimpik Dan Paralimpik"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.