Dimulai Dari Keluarga Hingga Medali Emas Kejuaraan Karate Di Swiss

Berikut artikel Dimulai dari Keluarga hingga Medali Emas Kejuaraan Karate di Swiss, Semoga bermanfaat

SAMARINDA, KOMPAS.com – Dengan memakai biaya sendiri, 16 atlet karate dari Ranting Lebah Bukit Wira (LBW) Samarinda mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Institut Karate-Do Indonesia (Inkai) di Jakarta dan Lampung pada Maret 2017. 

Menurut pelatih penting Inkai LBW, Elsi Yuliantari, karateka bentukannya adalah atlet swadaya yg ke mana-mana kebanyakan memakai biaya sendiri. Padahal, atlet mereka adalah wakil Kaltim milik prestasi. 

“Ada beberapa atlet kalian yg tembus ke mancanegara, tampil di Swiss dan Luksemburg. Kami sangat bangga dengan prestasi ini. Karena meskipun masih swadaya, seluruh atlet kalian tetap mewakili Kaltim dan terus pulang membawa medali emas,” ujar dia, Senin (7/3/2017)

Tidak pulang dengan tangan kosong, kedua atlet yg bertolak ke Swiss dan Luksemburg tersebut berhasil menggondol medali emas. Hanya, para atlet tersebut tak tercatat sebagai atlet KONI.

“Waktu itu, beberapa atlet yg pergi ke luar negeri itu mewakili sekolah masing-masing. Mereka berhasil membawa pulang medali emas. Kami sangat bangga, namun (tampaknya) pemerintah belum melihat prestasi para atlet kita tersebut,” tuturnya. 

Dijelaskan Elsi, jelang Kejurnas kali ini, pihaknya menerapkan pola yg sama dengan persiapan sebelumnya-sebelumnya. 

Dalam persiapan setiap kali mengikuti turnamen, pihaknya rela mendatangkan pelatih khusus dari Jakarta. Dengan pelatih khusus, para atlet mulai lebih berkonsentrasi dan tak main-main dalam berlatih.

Elsi juga tak memforsir tenaga para atlet dalam berlatih para karateka masih terbilang anak-anak, bahkan ada yg berusia 8 tahun.

“Atlet kita ada yg usianya baru 8 tahun, tapi telah bawa medali emas dari (Kejurda) Balikpapan lalu,” ucap Elsi. 

“Kami berharap pada Kejurnas nanti mulai memberi sumbangan emas lagi bagi Kaltim. Kami adalah ranting karate yg mandiri dan berdiri sendiri. Saya bangga dapat membentuk atlet-atlet muda ini,” tuturnya melanjutkan.

Dimulai dari keluarga 

Elsi sebenarnya secara tak sengaja membentuk ranting olahraga karate swadaya tersebut. Pada awalnya, dia kerap berlatih bersama putranya di halaman rumah, dahulu menarik perhatian para tetangga.

“Kami itu mulanya latihan di keluarga saja, tapi lama-lama menarik perhatian tetangga dan akhirnya diusulkan membentuk ranting. Alhamdulillah, sekarang siswanya banyak, dan semuanya berkesempatan menjadi atlet,” kata Elsi mengisahkan.

Untuk iuran per bulan, Elsi cuma membebankan SPP sebesar Rp 25.000. Latihannya seminggu tiga kali dengan pelatih profesional dari Jakarta.

Elsi pun berharap Pemerintah Kaltim mau memberikan perhatiannya buat para atlet swadaya tersebut. Dengan begitu, mulai tidak mengurangi semangat para atlet buat gelaran pertandingan selanjutnya.

“Kami memohon perhatiannya buat Pemerintah Kaltim, khususnya KONI Kaltim. Kami adalah atlet swadaya. Namun, kita telah memberi emas buat Kaltim. Kami tak meminta apa pun, cukup semangat dan dukungan bagi para atlet yg mulai mengikuti turnamen,” harap Elsi. 

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/03/08/06320061/dimulai.dari.keluarga.hingga.medali.emas.kejuaraan.karate.di.swiss
Terima kasih sudah membaca berita Dimulai dari Keluarga hingga Medali Emas Kejuaraan Karate di Swiss. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Dimulai Dari Keluarga Hingga Medali Emas Kejuaraan Karate Di Swiss"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.