Di Acara Penghargaan KONI, Atlet Cari Kepastian Bonus

No comment 134 views

Berikut artikel Di Acara Penghargaan KONI, Atlet Cari Kepastian Bonus, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – KONI DKI, Minggu (4/12/2016) memberi piagam penghargaan kepada para atlet yg berhasil mencatat rekor pada perhelatan minggu Olah Raga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September lalu.

Dalam acara yg diadakan di acara Car Free Day di depan FX Senayan, Jakarta, Minggu (4/12/2016) ini para atlet pemecah rekor pada PON dahulu menerima piagam penghargaan dari ketua umum KONI DKI, Raja Sapta Ervian serta Kabid Bina Prestasi Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Dr. Tedi Cahyono.

Menurut Raja Sapta Ervian atau Eyi,  acara ini yaitu awal dari rangkaian acara penyerahan bonus PON DKI yg rencananya mulai diberikan bulan ini. “Pemberian bonus PON mulai dikerjakan di Balai Kota dan mulai ada bonus khusus untuk para pemecah rekor. Karena takut nanti acaranya mulai bertele-tele, maka buat pemecah rekor kita dulukan,” kata Eyi.

Eyi menyebut pemberian bonus mulai dikerjakan dalam sebuah upacara di Balai Kota DKI pada pertengahan Desember. “Sekitar 15 Desember, namun semuanya masih menunggu kepastian dari pihak Pemprov,” kata Eyi pula. “Kami telah memberikan apa yg menjadi tugas kita kepada pihak Pemprov.”

Sebelumnya tersiar kabar yg menyebut adanya tarik menarik kepentingan antara pihak KONI dan Disorda dalam hal penyerahan bonus atlet PON DKI ini. Tarik menarik ini menyangkut tentang waktu penyerahan bonus dan terutama tentang besaran bonus yg mulai diterimakan oleh atlet.

Tjahjo Sasongko/Kompas.com Acara pemberian enghargaan ditandai pemebriaan doorprize berupa motor yangd iterima atlet polo air. “Ini biaya pribadi, bukan institusi,’ kata Ketum KONI, Raja Sapta Ervian.

Pada awalnya Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menyebutkan mulai menyerahkan bonus 1 milyar rupiah kepada peraih medali emas PON dengan mekanisme penyerahan diberikan kepada perkumpulan olah raga yang berasal klub.  Namun kemudian keinginan Ahok ini diterjemahkan dengan penetapan bonus sebesar Rp 350 juta bagi peraih medali emas dan varian yang lain buat peraih perak dan perunggu. Sementara buat klub juga mendapat bagian dari bonus tesrebut.

Namun seusai PON, Pemprov menggunakan  aturan dari Kemenpora perihal pemberian bonus bagi atlet. Aturan Kemepora menyebut bahwa bonus atlet dalam pertandingan tingkat lokal tak boleh melebihi bonus tingkat nasional yg diberikan bagi ajang SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

Hal ini dibenarkan oleh Kabid Binpres Disorda DKI, Tedi Cahyono. Menurut Tedi, seluruh daerah mulai mengikuti aturan yg diberikan Kemenpora atau terancam sanksi di kemudian hari. “Untuk bonus medali emas memang kita  tak mampu melebih bonus SEA Games, merupakan Rp 200 juta,” kata Tedi.

Tedi menyebut mampu saja ada daerah yang lain yg memebrikan bonus melebihi ketentuan Kemenpora, namun ada risiko sanksi di kemudian hari. “Kalau sanksi diberikan, kan olah raga daerah itu sendiri yg mulai repot.”

Tedi juga membantah adanya tarik menarik kepentingan antara KONI dan Disorda dalam hal pemberian bonus ini. “Kita sesuatu suara, karena bagaimana pun keputusan akhir ada di Pemprov. Kami pasti membagikan bonus terebut secepatnya,” lanjut Tedi. Ia tak mau memastikan bahwa tanggal yg dimaksud adalah 15 Desember, batas waktu pengembalian APBD. “Lebih baik disebut secepatnya.”

Tjahjo Sasongko/Kompas.com Para atlet DKI yg berhasil mempertajam rekor di PON XIX/2016 di Jawa Barat.

Ketua KONI Raja Sapta Ervian menampik ketika disebut bonus PON DKI lebih kecil dibandingkan kontingen pesaing penting seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Kedua provinsi tersebut sudah memutuskan kisaran Rp 250-275 juta bagi setiap medali emas yg diraih di PON.  “Tetapi segala menunggu keputsuan dari PLT Gubernur.”

Isu kapan bonus turun memang santer dibicarakan para atlet peraih medali PON lalu, termasuk para atlet nasional.  Atlet renang nasional Gde Siman Sudartawa yg yaitu peraih medali emas terbanyak di PON dahulu meneyebut memang berharap  bonus langsung turun.  “Sebagai atlet, tentu aku membutuhkan bonus buat menjaga keadaan dan kebutuhan harian saya. Apalagi ketika ini uang bulanan sebagai atlet pemusatan latihan daerah dan nasional telah tak kalian peroleh.”

Pada PON XIX lalu, kontingen DKI Jakarta mengumpulkan 132 emas, 124 perak, dan 118 perunggu. DKI berada di urutan tiga di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/12/04/17460761/di.acara.penghargaan.koni.atlet.cari.kepastian.bonus
Terima kasih sudah membaca berita Di Acara Penghargaan KONI, Atlet Cari Kepastian Bonus. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Di Acara Penghargaan KONI, Atlet Cari Kepastian Bonus"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.