Ciputra, Imajinasi Dan Jaya Raya

No comment 70 views

Berikut artikel Ciputra, Imajinasi dan Jaya Raya, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Ketika Gubernur DCI Djakarta, Ali Sadikin  pada awal 1970-an memintanya mengembangkan olah raga ibu kota, Ir Ciputra menyebut sesuatu cabang merupakan bulu tangkis.

Sebenarnya Bang Ali ketika itu memintanya mengembangkan beberapa cabang merupakan bulu tangkis dan sepakbola. Namun pengusaha properti dari PT Pembangunan Jaya ini berdasar kemampuan imaijinasinya memilih bulu tangkis yg dianggapnya lebih menjanjikan.

“Alasan penting tentunya aku lebih mengenal bulu tangkis. Saat muda aku pernah jadi pemain. Kedua, aku mengenal tokoh-tokoh bulu tangkis ketika itu seperti Rudy Hartono atau pun Ferry Sonneville. Yang ketiga, tentunya  berdasar perhitungan bahwa dengan struktur tubuh manusia Indonesia, olah raga ini lah yg paling berpeluang membawa nama daerah dan negara,” kata Ciputra dalam peresmian Gedung Olahraga PB Jaya Raya di Bintaro Jaya Tangerang Selatan, Kamis (15/9) pagi.

Hadir dalam acara ini Menpora Imam Nahrawi,  Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Pendiri Yayasan Pembangunan Jaya Ir. Ciputra, Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan, dan para atlet dan mantan atlet bulutangkis nasional di antaranya Icuk Sugiarto, Ivanna Lee, Rudi Hartono, Imelda Wigoena, Susy Susanti, Alan Budikusuma, Candra Wijaya, Markis Kido, dan Hendra Setiawan.

GOR yg dibangun PB Jaya Raya di atas lahan 1.3 ha di wilayah Kelurahan sawah Baru, Ciputat  ini terbilang luar biasa. Terdapat 16 lapangan bulu tangkis dalam kompleks ini. Tak cuma itu, disediakan pula tribun penonton yg dapat menampung 500 penonton. Tak cuma berisi lapangan bulu tangkis serta perlengkapan penunjang olahraga lainnya, GOR ini juga memiliki asrama dengan 50 ruangan yg bisa menampung 132 atlet dari usia 12 sampai 18 tahun.

Menurut Ciputra, saat ia membentuk PB Jaya Raya 40 tahun lalu, visinya tak sekadar kebutuhan lokal atau regional.  Ia ingin melahirkan pemain-pemain berprestasi dunia dari klubnya.  Dan nyatanya  bukan mengada-ada. Dari klubnya ini lahir nama-nama besar seperti Susy Susanti, Candra Wijaya, Tonny Gunawan serta Hendra Setiawan dna Markis Kido.

Sejak berdiri  pada tanggal 17 Juli 1976,  PB Jaya Raya menyumbangkan pemain  ke tingkat nasional dan internasional melalui 3 emas Olimpiade, 8 emas kejuaraan dunia, 12 kali juara All England, 8 kali juara Piala Thomas, 3 kali juara Piala Uber, 1 kali juara Piala Sudirman, 13 medali emas kejuaraan Asia, 7 medali emas Asian Games dan 59 medali emas SEA Games.

Ciputra mengaku ia menggantungkan target yg paling tinggi merupakan medali emas Olimpiade buat para pembina PB jaya Raya. “Saya tak ingin sekadar milik klub yg pemainnya tidak dikenal. Saya ingin pengurus klub ini punya  visi jauh dan imajinasi tinggi buat mewujudkannya, merupakan juara Olimpiade.”

Untuk mencapainya, Ciputra mensyaratkan perlunya sports science dengan target-target terukur. “Kerjasama  institusi olah raga dengan istitusi pendidikan telah menjadi hal yg biasa. Sprinter Jamaica, Usain Bolt saja sduah sejak awal karirnya mempercayakan pengembangan teknik dan arah kariernya kepada institusi pendidikan.’

“Karena dengan kerjasama inilah, para pembina mampu mengetahaui perkembangan anak didiknya. Baik secara fisik mau pun teknik. Seperti perlunya penjelasan tentang pertumbuhan otot para pemain,” kata Ciputra lagi. “Para pembina klub harus milik pengetahuan soal ini. Jaya Raya harus menghasilkan juara. Kalau tak sanggup, ya silakan mundur…”

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/09/15/20134611/ciputra.imajinasi.dan.jaya.raya
Terima kasih sudah membaca berita Ciputra, Imajinasi dan Jaya Raya. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ciputra, Imajinasi Dan Jaya Raya"