Cerita Ibunda Liliyana Setelah Anaknya Sabet Medali Emas

No comment 127 views

Berikut artikel Cerita Ibunda Liliyana Setelah Anaknya Sabet Medali Emas, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Ibunda Liliyana Natsir mengaku sempat trauma membuat acara nonton bareng (nobar) menjelang laga final ganda campuran pada Olimpiade Rio 2016. Penyebabnya, dia tak mau mengulang kejadian pada beberapa Olimpiade sebelumnya.

Pada Olimpiade Beijing 2008, Liliyana yg masih berpasangan dengan Nova Widianto cuma meraih medali perak. Adapun pada Olimpiade London 2012, Tontowi Ahmad/Liliyana cuma berada di peringkat keempat karena gagal dalam perebutan medali perunggu. Saat itu, Tontowi/Liliyana kalah dari Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark).

“Banyak yg minta dibuatkan acara nonton bareng. Pada Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, aku telah terbuka saat diminta melakukan wawancara dengan wartawan, tapi Yana (panggilan akrab Liliyana) belum dapat menang. Karena itu, aku baru dapat menerima wartawan setelah Yana menang,” kata Olly Maramis ketika ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

“Saya ingin fokus mendoakan Yana. Sebelum babak final, kalian berkomunikasi lebih dahulu via telepon. Saya memberi saran agar dia banyak memainkan bola-bola depan, tapi selebihnya aku serahkan kepada pelatih yg jauh lebih tahu tentang strategi di lapangan,” ucap Olly.

Setelah memastikan meraih medali emas, Olly segera membuka pintu buat wartawan dan warga di sekitar rumah hingga pukul 03.00 pagi WIB.

“Sebelumnya, aku menerima telepon dari Yana. Dia berbicara lumayan panjang tentang keadaannya. Setiap hari kalian terus berkomunikasi via telepon. Saya terus kasih doa dan semangat. Saya juga terus memberi tahu tentang penampilan dia,” ujar Olly.

Olly berharap Liliyana tak segera menetapkan pensiun setelah meraih medali emas Olimpiade.

“Yang terpenting, dia harus menghabiskan kontrak dahulu dengan pihak sponsor hingga Januari. Setelah itu, terserah Yana. Apakah dia masih mau main atau tak karena faktor umur yg telah tua. Dia telah berusia 31 tahun,” tutur Olly.

“Dulu sehabis latihan dan segera istirahat, kondisinya dapat kembali fit. Sekarang setelah latihan, tiga hari istirahat, badan Yana masih terasa sakit. Jadi, jika pensiun tak apa-apa karena dia telah banyak memberi buat negara,” ucap Olly.

Setelah menjalani serangkaian acara di Jakarta, Olly berencana menggelar syukuran di Manado. Dia juga mulai menghadiri undangan dari pemerintah daerah di Manado.

“Pokoknya ketika Liliyana pulang, aku telah siapkan makanan khas Manado, seperti woku, ayam rica, nasi caha, dan dabu-dabu roa,” ujar Olly.

Atas keberhasilannya meraih medali emas, Liliyana mulai menerima bonus sebesar Rp 5 miliar tanpa potongan pajak dari pemerintah.

“Biasanya bonus dia kasihkan ke aku bagi dikelola. Bonus ini untuk masa depan. Terima kasih kepada pemerintah sehingga atlet Indonesia tak takut ketika memasuki hari tua,” ucap Olly.

Olly juga berharap Liliyana akan memikirkan rencana bagi menikah.

“Sebagai gadis berusia 31 tahun, telah saatnya dia menikah. Dulu dia belum mau pacaran karena ingin fokus pada bulu tangkis. Kriteria Yana aku tak tahu, yg terpenting orangnya baik,” ucap Olly.

Setelah disambut di bandara oleh Menpora, Liliyana bersama Tontowi dan peraih medali Olimpiade lainnya melakukan kirab di atas Bandung Tour on Bus (Bandros) menuju Kantor Kemenpora.

Keesokan harinya, Rabu (24/8/2016), mereka mulai kembali melakukan kirab dari Kemenpora menuju Istana Merdeka bagi diterima Presiden Joko Widodo. (Delia Mustikasari)

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/08/23/21140041/cerita.ibunda.liliyana.setelah.anaknya.sabet.medali.emas
Terima kasih sudah membaca berita Cerita Ibunda Liliyana Setelah Anaknya Sabet Medali Emas. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Cerita Ibunda Liliyana Setelah Anaknya Sabet Medali Emas"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.