Cerdas Berolahraga Saat Berpuasa

No comment 126 views

Berikut artikel Cerdas Berolahraga Saat Berpuasa, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Saat menjalani ibadah puasa, sebagian pola hidup mulai berubah, khususnya yg berhubungan dengan kesehatan dan secara sederhana yg mengalami perubahan signifikan adalah pola makan dan pola istirahat.

Umumnya kami beristirahat (tidur) sekitar 9 jam dan terjaga dalam 15 jam. Sewaktu terjaga, kalian mampu mengonsumsi makanan dan minuman sepanjang waktu. Dalam jumlah besar kami makan 3 kali dan secara rata-rata setiap 3 jam kalian mengonsumsi makanan atau minuman dengan jumlah yg bervariasi.

Pada bulan puasa Ramadhan, istirahat malam kami mampu berkurang hingga setengahnya, dan ketika siang (saat kalian sangat aktif) kami tak mampu mengonsumsi makanan atau minuman sebagai sumber energi. Dengan kata lain, ketika melakukan aktivitas pada siang hari (13 jam antara sahur dan berbuka puasa), kami memakai energi dari makanan dan minuman ketika sahur dan membakar lemak sebagai cadangan energi. Horray, ini adalah berita baik untuk kita-kita yg ingin membakar lemak berlebih.

Dr Zaini K Saragih, SpKO, Jumat (10/6), menjelaskan bahwa berdasarkan kebutuhan fisiologi tersebut, anjuran melakukan olahraga terbaik adalah ketika akhir berpuasa hingga sebelum tidur. Hindari melakukan olahraga di pagi hari sesudah sahur (subuh).

Pengaturan waktu olahraga adalah agar kalian mampu langsung melakukan “rehidrasi” paling tak setelah 30-60 menit kalian akan olahraga. Jika kalian melakukan olahraga intensitas tinggi, anjuran rehidrasi (minum) adalah setiap 15 menit.

Yang perlu kami pahami ketika berolahraga kebutuhan penting kalian adalah:
· Sumber energi sebagai tenaga gerak (aktivitas) dalam bentuk makanan atau minuman.
· Cairan pengganti (rehidrasi) buat mengganti cairan yg terbuang akibat reaksi metabolisme dan menjaga suhu tubuh tak over heating (menstabilkan suhu tubuh).

Jika tak mendapatkan energi (dalam bentuk makanan atau minuman) tubuh bisa bertahan bagi beraktivitas dengan memanfaatkan cadangan energi tubuh (dalam bentuk lemak, karbohidrat, dan protein).

Kadar gula darah terus diatur dalam kondisi stabil pada 70-120 mg/dl. Jika gula darah meningkat maka hormon-hormon regulator (seperti insulin) mulai aktif bekerja buat menurunkan gula darah dengan mengubah menjadi glikogen dan lemak (asam lemak). Jadi pada ketika puasa gula darah pada level normal dan seandainya bersamaan kalian melakukan olahraga (aktivitas fisik) maka tubuh mulai memberikan respons dengan membakar lemak menjadi gula.

Berbeda dengan energi, dr Zaini yg bertugas di Royal Sports Medicine Centre ini mengatakan, tubuh manusia tak memiliki cadangan cairan. Kekurangan cairan mampu berakibat mengganggu fungsi tubuh dari akan fungsi gerak hingga fungsi vital kehidupan. Tubuh lebih “sensi” terhadap kekurangan cairan dibandingkan dengan kekurangan energi.

Satu hal yg utama yg harus diperhatikan sebelum memulai latihan, ukurlah nadi istirahat Anda. Nadi yg lebih dari 100 menandakan tubuh Anda tak bersiap buat melakukan latihan pada ketika ini. Dan, sesudah berolahraga, berikan waktu istirahat 1-2 jam sebelum Anda akan bersantap malam.

Perhatikan pula jumlah dan macam makanan. Usahakan jenisnya beragam dan jumlahnya tak terlalu banyak. Untuk makan sahur, usahakan memilih makanan yg mengandung banyak serat dan gula kompleks sehingga bisa memperlama pencernaan makanan. Jangan lupa memberi jatah “perbaikan dan pembangunan”. Untuk itu, siapkan waktu tidur yg cukup, jelas dr Zaini.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/06/10/19265521/cerdas.berolahraga.saat.berpuasa
Terima kasih sudah membaca berita Cerdas Berolahraga Saat Berpuasa. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Cerdas Berolahraga Saat Berpuasa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.