Berani Berolahraga Lari Mengenakan Pakaian Adat?

No comment 142 views

Berikut artikel Berani Berolahraga Lari Mengenakan Pakaian Adat?, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Ada tantangan buat berolahraga lari mengenakan pakaian adat, pada Minggu (26/3/2017) pagi, di Jakarta. Perlombaan lari menempuh jarak 5 kilometer (5K) buat kategori ini yaitu bagian dari Pesona Indonesia Synergy Run 2017.

Adalah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) yg menggandeng, salah satunya, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sebagai penyelenggara kegiatan ini. “Ini salah sesuatu kampanye bagi lebih mencintai Indonesia,”  kata Gembong Primadjaya, pengurus IA ITB yg juga menjadi Ketua Panitia Forum Sinergi Bangsa Pemenang, hari ini di Jakarta.

Sementara, menurut Ketua Panitia Abdul Bari, berolahraga lari dengan mengenakan pakaian adat terbuka buat individu maupun kelompok. “Tentu diusahakan mengenakan pakaian adat yg cocok bagi berolahraga lari,” tutur Bari.

Pada lomba lari ini juga ada beberapa kategori prestasi yakni 5K dan 10 kilometer (10K) baik buat peserta pria maupun wanita. Rute yg ditempuh akan dari depan FX Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman menuju ke utara atau kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan kembali lagi ke selatan di FX Sudirman. Waktu kegiatan dimulai sejak pukul 04.30 WIB.

Josephus Primus Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Ridwan Djamaluddin (kiri), Direktur Program Industrialisasi IA-ITB Achmad Rizal (tengah) dan Managing Director Hidro Turbin Indonesia T Agung Pristanto (kanan). Foto diambil pada Rabu (16/11/2016). Agung Prastanto adalah teknopreneur bidang turbin hidro. Teknologi turbin hidro digunakan buat menghasilkan listrik skala kecil memakai tenaga air sebagai tenaga penggeraknya.

Sebagai catatan, imbuh Bari, pelaksanaan lomba bertepatan dengan kegiatan Jakarta Car Free Day (CFD). Biasanya, pada CFD, jalur tengah Jalan Jenderal Sudirman bebas dari lalu-lalang kendaraan bermotor.

Sampai dengan hari ini, jumlah peserta yg bakal ikut serta mencapai 1.500 orang. Menurut Bari, kepesertaan meliputi para anggota IA ITB dan kelompok ikatan alumni dari berbagai universitas di Indonesia semisal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. “Tercatat juga ada beberapa pelari yang berasal Nairobi (ibu kota Kenya) yg ikut serta,” tutur Bari.

Total hadiah yg diperebutkan dalam perlombaan olahraga lari ini adalah Rp 76 juta. Ada juga hadiah hiburan berupa tiket pesawat terbang pergi pulang ke Singapura dari salah sesuatu sponsor yakni Air Asia.

Selanjutnya, kata Ketua Umum IA ITB Ridwan Djamaluddin dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang tamu VVIP antara yang lain dari Kemenpar, Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). “Kegiatan ini mulai berlangsung setiap tahun,”  demikian Ridwan Djamaluddin.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/03/16/14521531/berani.berolahraga.lari.mengenakan.pakaian.adat.
Terima kasih sudah membaca berita Berani Berolahraga Lari Mengenakan Pakaian Adat?. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Berani Berolahraga Lari Mengenakan Pakaian Adat?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.