Beberapa Pemain Kehilangan “Fighting Spirit”

No comment 136 views

Berikut artikel Beberapa Pemain Kehilangan “Fighting Spirit”, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Kepala Pelatih Ganda Putri PP PBSI Eng Hian menyampaikan perkembangan sektor ganda putri atlet-atlet Pelatnas, mulai dipantau enam bulan ke depan sebagai evaluasi capaian di ajang Thailand Masters 2017.

“Saya mulai lihat selama enam bulan ini, kalau tak ada perubahan, tak ada progres positif, mulai aku rombak semua. Saya mulai mengharapkan pemain-pemain pratama saja,” kata Eng Hian dipantau dalam laman resmi PP PBSI di Jakarta, Senin.

Di turnamen Thailand Masters 7-12 Februari 2017 tersebut, sektor ganda putri Pelatnas menerbangkan empat pasangan ke Bangkok, mereka adalah Greysia Polii/Rosyita Eka Putri Sari, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Tiara Rosalia Nuraidah/Rizki Amelia Pradipta dan Della Destiara Haris/Apriani Rahayu.

Dari keempat pasangan, Greysia/Rosyita berhasil menembus babak semifinal. Sedangkan tiga pasangan lainnya terhenti di perempat final.

“Secara keseluruhan, aku merasa tak puas dengan pencapaian tim ganda putri di turnamen ini. Apa yg telah dikerjakan selama persiapan, latihan, capek, sakit, seluruh hasilnya tak terlihat,” ujar Eng Hian.

Terkait dengan teknik permainan, Eng Hian menilai hal itu mampu keluar seandainya atlet mampu mengatasi diri sendiri dan situasi di lapangan.

“Lawan mana ada yg mau ngasih kemenangan ke kita. Nah cara mengatasi persoalan ini yg aku belum dapat lihat. Contoh dalam pertandingan Greysia/Rosyita di semifinal give up begitu saja adalah suatu hal yg tak mampu diterima, aku tak mengutamakan hasil, tetapi proses, mau kalah bisa angka tujuh atau delapan tapi perjuangannya mati-matian ya aku mengerti,” ucap Eng Hian.

Terkait dengan pasangan lainnya, Eng Hian menilai masing-masing memiliki sisi positif dan negatif. Seperti bagi Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istrani Ni Ketut yg menurutnya dari empat pasangan, yaitu yg progresnya kelihatan akan dari persiapan hingga pertandingan.

“Semua sesuai dengan harapan saya. Saya tak mau mendahului kehendak Tuhan, kalau Ketut tak sesak nafas dan dapat bermain normal, aku rasa mereka mampu menang,” tuturnya

Anggia/Ketut sendiri mundur di gim ketiga putaran perempat final ketika berhadapan dengan wakil Tiongkok, Huang Dongping/Li Yinhui, karena Ketut mengalami sesak nafas.

Selanjutnya, Rizki Amelia Pradipta/Tiara Rosalia Nuraidah yg dinilainya tak ada fighting spirit sama sekali. Dari pasangan ini dia menyoroti Tiara, yg menurutnya butuh perhatian khusus dan harus berjuang lebih keras lagi dalam semua hal, disiplin, attitude di lapangan dan luar lapangan.

“Catatan tersendiri buat Apri, aku ada sedikit harapan sama dia. Penampilan Apri dapat dibilang bagus sebagai pemain muda yg baru masuk turnamen level senior dan dapat mengimbangi permainan seniornya. Saya harap Apri dapat menjaga dan meningkatkan kualitas latihan dan attitude nya, mudah-mudahan dalam sesuatu sampai tiga tahun lagi mulai terlihat hasilnya,” katanya.

Dia menambahkan sektor ganda putri masih memiliki banyak pekerjaan rumah buat meningkatkan kualitasnya, termasuk semangat bertanding (fighting spirit) bagi mencapai kemenangan.

“Masih banyak PR di ganda putri. Untuk meningkatkan kualitas mereka dan mengharapkan jadi juara itu masih jauh sekali, grup pelatnas penting ini berat. Bicara seorang juara itu bukan hanya sekali-sekali juara, tapi konsisten, misalnya seperti pasangan Jepang yg juara olimpiade kemarin (Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi), jadi seandainya tak ada kemauan dari diri sendiri bagi maju dengan disiplin dan tidak mengurangi porsi latihan, ya sulit,” ujarnya.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/02/13/23062191/beberapa.pemain.kehilangan.fighting.spirit.
Terima kasih sudah membaca berita Beberapa Pemain Kehilangan “Fighting Spirit”. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Beberapa Pemain Kehilangan “Fighting Spirit”"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.