Atlet Jangan Sembarangan Minum Jamu

No comment 135 views

Berikut artikel Atlet Jangan Sembarangan Minum Jamu, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Menpora Imam Nahrawi berharap Indonesia segara memiliki lab doping bagi mencegah merajalelanya penggunaan asupan terlarang dalam olahraga.

Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto, Plt. Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah dan Staf Khusus Olahraga Taufik Hidayat menerima audiensi Ketua Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Zaini Kadhafi Saragih yg hadir bersama Sekretaris Umum Arie Sutopo, Dewan Pembina James Tangkudung, Misbahul Munir, Syaifuddin Munis, dan Wakil Sekretaris Suyadi Pawiro di ruang kerjanya lantai 10 Kantor Menpora Senayan, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Ketua LADI Zaini Kadhafi Saragih mengatakan sebanyak 14 atlet PON XIX dan Peparnas XV Jawa Barat positif mengonsumsi doping. “Dua dari Peparnas dan beberapa belas dari atlet PON, berdasarkan hasil temuan di lab dan wawancara atlet Peparnas bersangkutan tampaknya mereka minum jamu dan bukan disengaja bagi doping, tapi di dalam jamunya ada unsur yg termasuk di kategori doping,” urai Zaini.

“Jika dari lab positif doping maka ada beberapa efek, yakni status juaranya, bonus dan yang lain sebagainya segera dicabut, terkecuali di pemeriksaan kedua negatif. Hukuman selanjutnya yakni maksimal beberapa tahun tak boleh mengikuti kejuaraan resmi bukan seumur hidup, seumur hidup seandainya dokter timnya ikut terlibat,” lanjutnya.

Zaini melanjutkan, dari empat atlet positif doping, tujuh di antaranya bersiap mengakui, ketujuh sisanya meminta bagi periksa sampel kedua (sample B). Kedua sampel itu (sampel A dan B) segera dikirim ke India buat dicek, biaya ditanggung atlet sekitar Rp 3 juta.

LADI mengakui masih kurangnya sosialisasi tentang doping, sedangkan banyak atlet yg keluar masuk baru, berganti, di daerah, dan yang lain faktor sebagainya. “Di LADI itu sebenarnya memang harus selalu sosialisasi dan edukasi di samping daftar obat setiap tahun berubah, jadi setiap akhir tahun Badan Antidoping Dunia (WADA) mengeluarkan list baru dan kalian harusnya selalu sosialisasi,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Menpora menyampaikan kepada mereka yg mengakui kesalahan sebaiknya pemberitaannya kami minimalisasi karena banyak faktor, seperti keluarga pasti secara psikologis tertekan, PB, dan timnya juga. “Bagaimana nanti pengemasannya ke publik jangan sampai terkesan masih gencar, toh mereka telah mengakui kesalahannya,” tegas Menpora.

“Ke depan setiap atlet dan pelatih harus di-warning dari awal buat tak mengkonsumsi obat apapun, jamu apa pun terkecuali atas rekomendasi dokter di segala multievent dan single even,” lanjutnya. Menpora berharap momentum PON Jawa Barat bisa dijadikan pembelajaran terkait doping. “Pendidikan anti-doping harus dimulai dari usia dini,” tegasnya.

Menpora berharap pada tahun yg mulai tiba Indonesia bisa memulai agar memiliki lab doping sendiri terlebih Indonesia mulai menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

“Mohon nanti dimaksimalkan dengan dikoordinasikan dari sekarang melalui Corcom, lewat OCA dan yang lain sebagainya, kalian harus memanfaatkan peluang, harus milik lab, aku mulai support, dorong baik sarana dan prasarananya, khususnya ketika Asian Games 2018, Presiden pun berulang-ulang menyampaikan hal semacam itu dan itu butuh kerja keras kita, silakan dilanjutkan penyelesaian ke empat belas atlet itu,” ujar Menpora.

Pada kesempatan terpisah, Zaini menyebutkan telah saatnya atlet maupun pembina seperti pelatih  sadar dengan risiko ketidakpahaman soal doping ini mulai berisiko tinggi bagi kelanjutan masa depan atlet. “Apalagi menghadapi SEA Games dan Asian Games ini. Kalau sampai terdeteksi memakai doping kan mulai membuat malu negara,” kata Zaini di Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Sementara bagi dua kasus, ia juga berharap kesadaran ini juga ada pada orang-orang terdekat atlet, termasuk orang tua. “Terkadang secara sengaja atau tak sengaja, orang tua memberikan asupan tambahan yg dianggap mampu menunjang performa anaknya sebagai atlet. Tanpa pemahaman yg lengkap soal ini, tindakan ini memang berisiko tinggi,” lanjutnya. Asupan berisiko tinggi itu juga termasuk dua macam jamu atau pun obat-obat tradisional China.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2017/02/17/22151151/atlet.jangan.sembarangan.minum.jamu
Terima kasih sudah membaca berita Atlet Jangan Sembarangan Minum Jamu. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Atlet Jangan Sembarangan Minum Jamu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.