Antara Olimpiade, Haornas Dan Kebangkitan Olah Raga

No comment 67 views

Berikut artikel Antara Olimpiade, Haornas dan Kebangkitan Olah Raga, Semoga bermanfaat

SIDOARJO, Kompas.com – Keberhasilan meraih  medali emas Olimpiade Rio de Janeiro melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir seharusnya menjadi momentum buat berusaha mengejar ketertinggalan olah raga Indonesia.

Keberhasilan Indonesia merebut kembali emas Olimpiade 2016 yaitu hal yg patut disyukuri dan memacu seluruh pihak bagi meningkatkan prestasi olahraga lebih baik lagi. Hal dikemukakan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menpora Imam Nahrawi pada puncak perayaan Haornas XXXIII/2016 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/9) malam,

“Alhamdulilah, kalian segala harus bersyukur dengan pencapaian prestasi olahraga Indonesia sekarang. Baru saja atlet bulu tangkis kalian Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dapat mengembalikan tradisi emas Indonesia di ajang Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil. Terima kasih juga kami sampaikan kepada peraih medali yg lain. Sebagai bangsa yg besar dengan jumlah penduduk sekitar 250juta orang, aku percaya apabila berusaha keras, medali yg lebih banyak lagi mampu kami peroleh,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wapres percaya bahwa dengan perjuangan keras, prestasi olahraga Indonesia mulai lebih baik lagi di masa mendatang. “Semua pestasi harus dicapai dengan kerja keras. Kita meyakini dengan kesungguhan dan dorongan segala pihak olahraga mulai maju. Olahraga memberikan kami kesehatan, kekuatan, kejujuran, kebanggaan. Di badan yg sehat mulai terbentuk jiwa kuat. Saya ucapkan terima kasih kepada atlet, pelatih dan anak-anak seluruh yg telah memberikan prestasi terbaik buat negeri ini. Semoga Haornas ini menjadi dorongan semangat untuk kalian segala bagi menaikkan prestasi lebih baik, ” tambah Jusuf Kalla.

Keberhasilan meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir seharusnya menjadi momentum buat berusaha mengejar ketertinggalan olah raga Indonesia.

Menpora Imam Nahrawi ketika menerima penghargaan MURI buat rekor jugling terbanyak yg dikerjakan 1000 pesepakbola muda pada puncak perayaan Haornas 2016 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (9/9) malam.

Menpora Imam Nahrawi pada sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yg telah hadir pada pelaksanaan puncak Hari Olahraga Nasional 2016. “Serangkaian acara peringatan Hari Olahraga Nasional sudah kami laksanakan. Tadi pagi hingga sore tadi ada pertandingan final sepakbola dari berbagai usia seperti U-12, U-14, U-16 dan Liga Mahasiswa. Hari ini juga ada pecah rekor MURI sebanyak 1000 pemain jugling,” kata Menpora.

“Haornas ini menjadi momentum buat kebangkitan olahraga Indonesia. Pemerintah selalu berusaha bagi memajukan olahraga di Indonesia dengan melakukan terobosan baru. Kita mulai membangun Olympic Center, kami juga telah memberikan tunjangan hari tua kepada atlet peraih medali Olimpiade. Saya ingin ada kebijakan atau regulasi baru buat kemajuan olahraga Indonesia,” tambah Menpora.

Pada acara tersebut, Wapres juga menyerahkan penghargaan kepada insan olahraga berprestasi. Salah satunya kepada Guburnur Jawa Timur Soekarwo yg selama ini dianggap memberikan kontribusi buat kemajuan olahraga. Acara puncak Haornas juga kelihatan meriah dengan tampilanya berbagai pertunjukkan tari-tarian, olahraga dan kesenian tradisional yg dikemas dengan musik yg menarik.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/09/10/19023821/.antara.olimpiade.haornas.dan.kebangkitan.olah.raga
Terima kasih sudah membaca berita Antara Olimpiade, Haornas dan Kebangkitan Olah Raga. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Antara Olimpiade, Haornas Dan Kebangkitan Olah Raga"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.