Anggaran Rp500 Miliar Masih Diblokir Kemenkeu

No comment 86 views

Berikut artikel Anggaran Rp500 Miliar Masih Diblokir Kemenkeu, Semoga bermanfaat

JAKARTA, Kompas.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat menggelar pertemuan yg membahas Relokasi Anggaran Renovasi Gelora Bung Karno dan Persiapan Asian Games XVIII Tahun 2018 di Ruang Rapat Komisi X Gedung Nusantara I  Gedung MPR/DPR Jakarta, Kamis (13/10) siang.

Dalam pertemuan kerja ini Menpora Imam Nahrawi didampingi Plt  Sesmenpora Yuni Poerwanti serta jajaran Pejabat Eselon I dan II Kemenpora, Staf Khusus serta Ketua KOI Erick Thohir dan Ketua Umum Satlak Prima Ahmad Sutjipto. Rapat kerja antara Kemenpora dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI dipimpin oleh Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI Teuku Riefky Harsya.

Imam memaparkan berkembangan terkini terkait Anggaran Renovasi Gelora Bung Karno.  Menurutnya, berkenaan dengan sudah selesainya reviu BPKP mengenai rencana pemanfaatan dana renovasi GBK (reviu ulang), anggaran sejumlah Rp 500.000.000.000 tersebut hingga ketika ini diberi tanda blokir oleh Kementerian Keuangan. Sebagai syarat agar reviu BPKP dinyatakan selesai, harus dilaksanakan trilateral rapat dengan Kemenkeu dan Bappenas buat membicarakan hal ini.

Berkaitan dengan hal tersebut, Imam menyatakan, Kemenpora sudah mengirimkan surat permohonan kepada Menteri Keuangan dan Kepala BAPPENAS melalui surat nomor 3015/MENPORA.SET/IX/2016 tanggal 19 September 2016 perihal permohonan trilateral pertemuan atas rencana pemanfaatan dana renovasi GBK.

“Dapat kalian informasikan bahwa reviu BPKP sudah berakhir pada tanggal 22 Agustus 2016 dan draft berita acara telah ada pada tanggal 13 September 2016. Dalam draft berita acara dimaksud, terdapat 4 kegiatan yg masih belum clear dengan total sebesar Rp 59.396.718.400 (lima puluh sembilan milyar tiga ratus sembilan puluh enam juta tujuh ratus delapan belas ribu empat ratus rupiah) yg tak dialokasikan secara efektif dan efisien.

Anggaran tersebut mulai digunakan sebagai sumber pemotongan sesuai Inpres nomor 8 tahun 2016.  Sisanya sebesar Rp 440.603.281.600 (empat ratus empat puluh milyar enam ratus tiga juta beberapa ratus delapan puluh sesuatu ribu enam ratus rupiah) terbagi menjadi beberapa bagian merupakan digunakan bagi kegiatan pembayaran OCA, HB, APG, Right fee, dan sebagian lagi  sebesar Rp 235.603.281.600 dan digunakan bagi sumber pemotongan sesuai Inpres nomor 8 tahun 2016 sebesar  Rp 205.000.000.000,” ucap Imam.

“Sehingga penjelasan mengenai penggunaan anggaran realokasi GBK adalah sebagai berikut dana sebesar  Rp 234.603.281.600, yaitu kegiatan yg telah clear dan hasil sementara reviu BPKP dan dikerjakan trilateral pertemuan dengan Kemenkeu dan Bappenas. Ini telah dilaksanakan cuma tinggal berita acara yg belum. Sedangkan Rp 205.000.000.000 + Rp 59.396.718.400, digunakan bagi sumber pemotongan guna pemenuhan inpres nomor 8 tahun 2016 tentang pemotongan penghematan anggaran belanja K/L TA 2016.

Rapat ini berjalan dengan cepat  karena Komisi X DPR-RI dan Kemenpora RI sepakat mulai melakukan raker lanjutan terkait dengan persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018 dan Asian Paragames 2018 dan realokasi anggaran GBK. Rencananya pertemuan lanjutan nini mulai di gelar pada hari Selasa sampai dengan Kamis (18- 20/10) dengan catatan Kemenpora RI diminta melengkapi dokumen sebagaimana tertuang pada surat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI/Korinbang No.:PW/16522/DPR RI/X/2016 tanggal 30 September 2016.

“Rapat kali ini wajar di tunda, karena yg di minta oleh pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat melalui Komisi X adalah dokumen-dokumen resmi yg memperlihatkan kehati-hatian mulai akuntabilitas dan hasil diskusi yg harus di dokumentasikan secara resmi. “Namun demikian kita telah melaksanakan itu seluruh seperti reviu BPKP dan notulensi trilateral rapat yg tinggal ditandatangani,” ungkap Imam Nahrawi.

“Kita memahami bahwa Indonesia mulai menjadi tuan rumah Asian Games XVIII Tahun 2018. Akan ada 40 negara yg mulai hadir di Indonesia. Yang menjadi permasalahan anggaran di tahun 2016 dan tahun 2017 tak muncul anggarannya tetapi di sisi yang lain telah ada permintaan anggaran buat pembayaran kepada pihak intrenasional merupakan OCA dan KOI baik itu bagi kegiatan campaign maupaun broadcasting dan sebagainya,” ucap Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat RI Teuku Riefky Harsya.

“Dana-dana yg telah dikeluarkan kepada lembaga internasional dalam hal ini OCA, kami minta perinciannya (RAB) karena ini adalah anggaran yg bersumber dari APBN dan agar dilengkapi dokumennya. Kalau telah lengkap mampu disampaikan  kembali pertemuan pekan depan,” tambah Teuku Riefky

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/13/23333911/.anggaran.rp500.miliar.masih.diblokir.kemenkeu
Terima kasih sudah membaca berita Anggaran Rp500 Miliar Masih Diblokir Kemenkeu. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Anggaran Rp500 Miliar Masih Diblokir Kemenkeu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.