Ambisi Lahiri Pada Turnamen BNI Indonesian Masters Presented By Zurich

Berikut artikel Ambisi Lahiri Pada Turnamen BNI Indonesian Masters Presented By Zurich, Semoga bermanfaat

 
JAKARTA, Kompas.com – Turnamen golf BNI Indonesian Masters presented by Zurich dengan total hadiah US$ 750.000 yg dimulai Kamis (6/10/2016) mulai ditandai luapan ambisi juara beberapa tahun lalu, Anirban Lahiri dari India.

Lahiri berhasil menorehkan kemenangan yg mengesankan di Indonesia pada tahun 2014 ketika ia mencetak sebuah eagle putt di hole ke-72 buat meraih gelar Asian Tour pertamanya di luar India. Kemenangan tersebut juga memulai deretan kesuksesan selama beberapa tahun yg sensasional dimana ia dinobatkan sebagai juara Order of Merit di tahun 2015.
 
Setelah menikmati musim yg relatif baik sejauh ini di tahun 2016 di mana ia berhasil mempertahankan kartu PGA Tour miliknya dan mewakili negaranya di Olimpiade Agustus lalu, Lahiri berharap bisa kembali ke lingkaran pemenang di Royale Jakarta Golf Club.
 
“Saya memiliki banyak kenangan indah di sini. Itu yaitu kemenangan pertama aku di luar India. Untuk menang di hole ke-72 dengan sebuah eagle, situasi ketika itu gelap dan dramatis namun juga menakjubkan. Ini adalah lapangan golf yg mampu aku nikmati ketika bermain,” kata Lahiri.
 
“Saat aku memenangkan ajang ini, itu yaitu awal dari salah sesuatu fase terbaik di karir aku sejauh ini. Di tahun 2014 dan 2015, aku menang empat kali dan mendapatkan kartu European Tour dan PGA Tour aku serta masuk ke peringkat 50 besar dunia.
 
“Tahun ini menjadi penyesuaian besar buat aku setelah pindah dari Asian Tour ke European Tour dan ke PGA Tour. Pertama, persaingannya jauh lebih ketat. Saya cedera dua bulan lalu, dan kenyataannya ini yaitu turnamen kedua setelah cedera saya,” tambah pemain yang berasal India tersebut.
 
Lahiri yg berusia 29 tahun mulai diikuti rekan senegaranya Gaganjeet Bhullar dan Lu Wei-chih dari Cina Taipei, yg baru saja menang di Korea dan tanah airnya minggu lalu, serta pegolf harapan tuan rumah George Gandranata.
 
“Saya sedang memulihkan kesehatan karena aku telah bepergian terlalu banyak. Saya bermain di 64 acara dalam beberapa tahun terakhir di sesuatu titik dan itu termasuk bermain di tiga Tur yg berbeda. Saya kembali ke sini bagi membangun kembali performa saya. Ini Asia dan ini yaitu rumah untuk saya. Disinilah aku memulai perjalanan aku sehingga aku berharap ketika kembali ke Amerika Serikat dua bulan lagi, aku bisa membawa hal yg positif bersama saya,” kata Lahiri.

Pegolf Thailand Thitiphun Chuayprakong berharap bisa menebus kesalahannya setelah finis di urutan keenam ketika sebelumnya sempat memimpin selama tiga ronde di Korea. Ia bisa finis di urutan kelima di turnamen ini tahun dulu dan bertekad buat melanjutkan performanya yg baik.
 
“Setelah menyelesaikan putaran minggu lalu, aku melihat kembali segala kesalahan yg aku buat. Saya berbicara dengan caddy dan ayah aku karena dia tahu apa yg terjadi padaku. Saya berkata pada diri sendiri, sudahlah, aku memiliki kesempatan bagi menang di Indonesia dan lebih banyak acara lain.
 
“Saya finis di urutan kelima tahun ini dan ini adalah pekan yg baru buat saya. Jujur, aku tidak ingin berpikir tentang masa lalu. Permainan aku baik setelah bermain di pro-am dan aku kembali merasa yakin diri,” tambah Thitiphun yg berusia 24 tahun.
 
Setelah memenangkan gelar Asian Tour keenamnya di Korea minggu lalu, Bhullar membidik kemenangan berturut-turut di negara yg lalu pernah memberikannya kesuksesan lewat Indonesia President Invitational 2009 dan Indonesia Open 2013.
 
“Saya sudah bermain dengan baik di tempat ini sebelumnya jadi aku merasa sangat percaya mulai peluang saya. Saya milik kenangan indah mengenai tempat dan aku memukul bola dengan baik. Lapangan golf ini disiapkan dengan cara yg benar-benak baik,” kata Bhullar.
 
Juara Asian Development Tour (ADT) Gandranata merasa tak terganggu oleh tekanan bagi bermain baik di depan penonton tuan rumah. Ia mulai menjadi salah sesuatu dari 26 pemain lokal yg bersaing buat menjadi pegolf Indonesia pertama yg memenangkan ajang bergengsi tersebut.
 
“Tekanan bermain di negara sendiri? Saya suka tekanan. Tekanan menolong anda bermain lebih baik. Saya rasa sebagai seorang profesional anda harus menghadapi tekanan. Saya suka bermain di negara sendiri dan di depan penggemar saya. Ini yaitu kesempatan besar dan pengalaman untuk aku buat tumbuh di karir saya,” kata Gandranata.

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/10/05/23053931/ambisi.lahiri.pada.turnamen.bni.indonesian.masters.presented.by.zurich
Terima kasih sudah membaca berita Ambisi Lahiri Pada Turnamen BNI Indonesian Masters Presented By Zurich. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ambisi Lahiri Pada Turnamen BNI Indonesian Masters Presented By Zurich"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.