5 Atlet Bintang Yang Pensiun Pada 2016

No comment 196 views

Berikut artikel 5 Atlet Bintang yang Pensiun pada 2016, Semoga bermanfaat

KOMPAS.com – Banyak atlet yg menetapkan pensiun pada 2016. Selain faktor usia, sudah terpenuhinya ambisi dan target personal menjadi alasan mereka bagi mengambil jalan tersebut.

Di antara sekian banyak atlet yg pensiun pada tahun ini, ada lima bintang yg bisa dipastikan bakal dirindukan, baik oleh kawan, lawan, maupun penggemar.

Siapa sajakah mereka?

1. Michael Phelps (renang)

Michael Fred Phelps II atau yg lebih dikenal dengan nama Michael Phelps adalah sosok fenomenal dari arena kolam renang.

Sepanjang karier, Phelps meraih 23 medali emas Olimpiade, 27 medali emas Kejuaraan Dunia, dan 16 medali emas Kejuaraan Pan Pacific.

Dia juga meraih tiga medali perak dan beberapa medali perunggu Olimpiade, enam medali perak dan sesuatu medali perunggu Kejuaraan Dunia, serta lima medali perak Kejuaraan Pan Pacific.

Prestasi tersebut menjadikan atlet Amerika Serikat ini sebagai perenang paling sukses sepanjang masa.

CHRISTOPHE SIMON/AFP PHOTO Perenang Amerika Serikat (AS), Michael Phelps, melambaikan tangan ke arah penonton setelah menerima medali perak Olimpiade Rio dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu di Olympic Aquatics Stadium, Rio de Janeiro, Brasil, Jumat (12/8/2016) malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.

SB Nation bahkan mengklaim Phelps sebagai peraih medali emas nomor individual terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaran Olimpiade, baik yg kuno maupun modern.

Phelps disebut media olahraga tersebut melampaui rekor Leonidas of Rhodes pada 152 sebelum masehi atau 2.168 tahun lalu.

Merasa puas dengan seluruh pencapaiannya, atlet berjulukan “The Baltimore Bullet” itu menetapkan pensiun.

Keputusan pensiun Phelps pada tahun ini bukanlah hal baru. Pada 2012, ayah dari Boomer Robert Phelps itu juga menyatakan pensiun.

Akan tetapi, keputusan tersebut hanya bertahan sekitar beberapa tahun. Pada April 2014, Phelps kembali beraksi di dalam kolam renang.

“Saya bahagia dengan bagaimana hal ini berakhir,” ujar Phelps yg dilansir BBC, ketika menjalani Olimpiade Rio 2016, Agustus lalu.

“Saya tak mulai mengejar empat tahun lagi dan memegang teguh ucapan ini. Tidak mulai ada lagi, inilah akhirnya,” kata Phelps menegaskan.

Phelps menyatakan pensiun seusai dikalahkan Joseph Schooling (Singapura) pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu Olimpiade Rio, 12 Agustus 2016.

Pada nomor tersebut, Phelps finis di urutan kedua dan harus berbagi medali perak dengan beberapa rival, Chad Le Clos (Afrika Selatan) dan Laszlo Cseh (Hungaria), setelah menyelesaikan lomba dalam tempo 51,14 detik.

Phelps menyudahi karier renang spektakulernya dengan meraih medali emas Olimpiade pada nomor 4×100 meter gaya ganti bersama Cody Miller, Nathan Adrian, dan Ryan Murphy.

2. Nico Rosberg (Formula 1)

Keputusan mengejutkan diambil Nico Erik Rosberg atau yg lebih dikenal sebagai Nico Rosberg pada 2 Desember kemarin.

Pebalap 31 tahun tersebut menetapkan pensiun cuma lima hari setelah meraih gelar juara dunia Formula 1 pertamanya.

BEHROUZ MEHRI/AFP PHOTO Pebalap Mercedes AMG Petronas yang berasal Jerman, Nico Rosberg, merayakan kemenangan setelah finis di urutan pertama pada balapan GP Jepang di Sirkuit Suzuka, Minggu (9/10/2016).

Keputusan Rosberg tersebut sontak menjadikannya sebagai juara dunia F1 dengan masa menyandang gelar paling pendek sepanjang sejarah.

Namun, putra mantan pebalap F1 Keke Rosberg itu tak peduli. Dia mantap pensiun buat lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.

“Hari ini adalah hari yg spesial karena aku menerima trofi juara dunia. Sebuah pencapaian yg luar biasa, tapi karena dua alasan, aku ingin memakai kesempatan ini bagi mengumumkan keputusan mengakhiri karier pada balapan F1,” ujar Rosberg yg dilansir Motorsport.

Rosberg menyudahi kiprahnya di dunia balap F1 setelah 11 musim berkarier. Pebalap Jerman ini menutup kariernya dengan sebuah gelar juara dunia bersama tim Mercedes.

Rosberg meraih titel prestisius tersebut setelah mengantongi 385 poin dari 21 seri balap. Dia unggul lima poin atas rekan setim sekaligus rival abadinya, Lewis Hamilton.

Gelar juara dunia resmi menjadi punya Rosberg setelah dia finis kedua pada seri balap terakhir, GP Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, 27 November 2016.

Bagi Rosberg, keberhasilan mengalahkan Hamilton pada perburuan gelar juara dunia F1 2016 yaitu yg pertama sejak mereka bersaing di level junior.

Meski cuma sesuatu kali, Rosberg menilai pencapaiannya tersebut telah cukup. Apalagi prestasi tersebut menyamai hasil yg direngkuh sang ayah, Keke, pada 1982.

Kini, klan Rosberg resmi menjadi klan kedua setelah Graham dan Damon Hill yg menjadi juara dunia F1.

3. Kobe Bryant (bola basket)

Arena NBA dipastikan tak mulai lagi sama setelah pemain mega bintang, Kobe Bryant, pensiun. Pebasket berjulukan “The Black Mamba” itu menetapkan berhenti bermain pada akhir musim 2015-2016, ketika dia berusia 38 tahun.

Seperti Michael Jordan pada era 1990-an, Bryant adalah ikon untuk NBA pada era 2000-an. Bedanya, Jordan adalah pahlawan Chicago Bulls, sedangkan Bryant adalah pahlawan Los Angeles Lakers.

Kepiawaian Bryant bermain basket sukses membuahkan lima gelar juara NBA (2000, 2001, 2002, 2009, 2010), beberapa titel Most Valuable Player (MVP) NBA Finals (2009, 2010), sesuatu gelar MVP NBA Reguler (2008), dan empat titel MVP NBA All-Star Game (2002, 2007, 2009, 2011).

Dia juga terpilih sebagai pemain NBA All-Star sebanyak 18 kali (1998, 2000-2016), memenangi kontes NBA Slam Dunk 1997, dan beberapa kali menjadi pemenang pencetak poin terbanyak NBA (2006, 2007).

Bryant juga yaitu pemain termuda sepanjang sejarah NBA yg berhasil mencetak 30.000 poin. Saat itu, pebasket yg lahir dengan nama lengkap Kobe Bean Bryant ini, berusia 34 tahun dan 104 hari.

FREDERIC J. BROWN/AFP PHOTO Pebasket Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, seusai menjalani pertandingan perpisahannya di pentas NBA dengan melawan Utah Jazz di Staples Center, Los Angeles, California, Rabu (13/4/2016) malam waktu setempat atau Kamis WIB.

Bryant menutup karier basket fenomenalnya dengan mencetak 60 poin pada laga terakhir melawan Utah Jazz di Staples Center, 13 April 2016. Kontribusi tersebut berhasil memberi kemenangan 101-96 kepada Lakers.

“Akhir yg sempurna sebetulnya adalah menjadi juara. Namun, malam ini, aku berusaha bagi bermain lepas, bermain keras, dan menampilkan aksi sebanyak yg aku bisa. Rasanya senang dapat melakukan itu bagi terakhir kali,” kata Bryant  yg dilansir The Associated Press.

Berdasarkan catatan statistik, jumlah tersebut yaitu catatan 50 poin lebih pertama yg ditorehkan Bryant sejak Februari 2009, atau setelah lebih dari tujuh tahun.

“Sulit memercayai laga terakhir aku berjalan seperti ini (mencetak 60 poin). Saya masih syok, tapi apa lagi yg dapat aku katakan? Mamba out!” tutur Bryant.

Kendati sukses menutup karier basket NBA dengan kemenangan, secara keseluruhan Bryant gagal mengangkat pamor Lakers dengan mencatat rekor musim reguler terburuk sepanjang sejarah franchise.

Dari 82 gim yg dimainkan sepanjang musim reguler 2015-2016, Lakers cuma mampu memenangi 17 laga, sementara 65 pertandingan sisanya berakhir dengan kekalahan.

4. Tim Duncan (bola basket)

Kobe Bryant bukanlah satu-satunya pebasket bintang NBA pada era 2000-an yg pensiun. Center San Antonio Spurs, Tim Duncan, juga melakukan hal sama.

Timothy Theodore Duncan atau yg akrab disapa Timmy, memulai karier basket NBA pada 1997. Dia menjadi pemain pilihan pertama pada musim tersebut.

Duncan yg yaitu lulusan Wake Forest dipilih Spurs pada kesempatan pertama. Dia kemudian menjelma menjadi “Twin Towers” bersama sang senior, David Robinson.

ANDY LYONS/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/AFP PHOTO Pemain-pemain San Antonio Spurs (dari kiri ke kanan), Kahwi Leonard, Tony Parker, Tim Duncan, dan Manu Ginobili, melakukan selebrasi setelah menjadi Juara NBA 2014. Spurs tampil sebagai juara setelah mengalahkan Miami Heat pada gim kelima Final NBA di AT&T Center, San Antonio, Texas, Amerika Serikat, 15 Juni 2014.

Sebagai rookie, Duncan segera memamerkan kontribusi signifikan buat Spurs. Dia kemudian diganjar penghargaan NBA Rookie of the Year 1998.

Duncan semakin diakui sebagai salah sesuatu pemain terbaik NBA sepanjang masa setelah berhasil membawa Spurs menjadi juara bagi kali pertama pada 1999.

Setelah itu, pebasket kelahiran Christiansted, Virgin Island, tersebut mengantar Spurs menjuarai NBA pada 2003, 2005, 2007, dan 2014.

Catatan tersebut menjadikan Spurs sebagai satu-satunya tim yg bisa meraih cincin juara NBA di setiap dekade.

Duncan juga menggenapi karier basketnya dengan meraih tiga gelar MVP NBA Finals (1999, 2003, 2005), beberapa titel MVP NBA Reguler (2002, 2003), dan sesuatu gelar MVP NBA All-Star Game (2000).

Dia juga terpilih sebagai pemain NBA All-Star Game sebanyak 5 kali (1998, 2000-2011, 2013, 2015).

Melalui rangkaian prestasinya tersebut, Spurs memberi penghormatan terakhir dengan mengabadikan nomor punggung 21 di tim.

Rencananya, Spurs bakal menggelar seremonial pengabadian nomor punggung Duncan ketika menjamu New Orleans Pelicans di AT&T Center, 18 Desember 2016.

“Timmy tak pernah menjadi sosok yg banyak bicara atau mengekspresikan emosinya di lapangan. Setiap pemain mempunyai cara yg berbeda,” tutur pelatih Spurs, Gregg Popovich, kepada ESPN, 12 Juli lalu.

5. Zhao Yunlei (bulu tangkis)

Dari lapangan bulu tangkis, keputusan pensiun tiba dari pemain spesialis ganda China, Zhao Yunlei.

Zhao yg yaitu salah sesuatu pemain terbaik dunia pada nomor ganda putri dan ganda campuran menetapkan gantung raket setelah mengikuti Olimpiade Rio 2016, Agustus lalu.

Zhao menuntaskan karier bulu tangkis dengan meraih medali perunggu Olimpiade pada nomor ganda campuran bersama Zhang Nan.

Keping perunggu tersebut melengkapi koleksi beberapa medali emas Olimpiade Zhao. Pada Olimpiade London 2012, Zhao sukses meraih medali emas dari nomor ganda putri dan ganda campuran.

ADEK BERRY/AFP PHOTO Pebulu tangkis ganda putri China, Tian Qing (kiri), dan rekannya, Zhao Yunlei, berfoto dengan medali emas Olimpiade London yg mereka raih setelah mengalahkan Mizuki Fuji/Reika Kakiiwa (Jepang), 4 Agustus 2012.

Isu Zhao mulai pensiun telah lama terdengar bahkan sebelum Olimpiade digelar. Kabar ini akhirnya dikonfirmasi Federasi Bulu Tangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) pada 19 September 2016.

Hari itu, BWF memastikan lima pebulu tangkis putri China, Wang Yihan, Wang Shixian, Yu Yang, Tian Qing, dan Zhao pensiun.

Selain meraih medali emas Olimpiade, Zhao juga yaitu juara dunia 2011, 2014, dan 2015. Atlet 30 tahun ini juga berhasil meraih empat medali emas Asian Games.

Pada level turnamen superseries, Zhao yaitu pemegang 42 titel. Dia cuma kalah sesuatu gelar dari Lee Yong-dae (Korea Selatan) dan Lee Chong Wei (43). (Diya Farida)

Sumber: http://olahraga.kompas.com/read/2016/12/13/08000021/5.atlet.bintang.yang.pensiun.pada.2016
Terima kasih sudah membaca berita 5 Atlet Bintang yang Pensiun pada 2016. Silahkan baca berita lain tentang Olahraga lainnya.

Tags:

Leave a reply "5 Atlet Bintang Yang Pensiun Pada 2016"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.